ALUMNI PESANTREN, HARUS BERKUMPUL DAN BERSINERGI

 


Perlu dibuatkan forum-forum non formal untuk mewadahi para santri yang sudah mulai liar agar tidak terpengaruh oleh pergaulan bebas, termasuk judol atau sebagian yang tercatat memiliki gelar S1 sudah mau mengajar di lembaga yang secara ideologis bertentangan dengan Aswaja, hanya karena gajinya lebih besar. Hal ini penting, kegiatan apapun asal positif harus menjadi pilihan agar antar alumni saling ketemu hingga terjadi saling mengingatkan. Jangan sampai kurangnya pertemuan antar santri alumni menjadi sebab sebagian terporosok dalam kegiatan-kegiatan negatif.  

Itulah percikan dawuh yang disampaikan oleh pengasuh pondok pesantren al-Khoziny Buduran Sidoarjo, Romo K.H.R. Abdul Salam Mujib di depan para santri alumni Al-Khoziny di Kampus I IAI al-Khoziny. Acara ini merupakan bagian dari acara Pelantikan Raya dan Rapat Nasional Pengurus Cabang Ikatan Santri Alumni (IS ALUNY) Buduran Sidoarjo Se-Indonesia dan ASIA, Kamis 04 September 2026.

Keresahan Kiai Salam ini cukup beralasan mengingat informasi hari ini yang sangat bebas dan sulit dibendung melalui medsos atau pergaulan bebas yang sangat marak sehingga setiap orang akan mudah terpengaruh hal-hal negatif. Pasalnya, alumni pesantren yang tidak berkumpul dengan habitatnya sesama santri, akan mudah tergerus nilai dan keyakinannya. Alih-alih ia istiqamah berjama’ah atau mengaji, ia akan lebih mudah terseret pada prilaku yang tidak dibenarkan oleh syari’at dan aturan negara.

Pada kesempatan yang sama, K.H.R. Muhammad Ubaidillah Mujid juga mengingatkan kepada para alumni agar kiranya para alumni menguatkan komitmen menghidupkan organisasi IS ALUNY sehingga benar-benar memberikan kemanfaatan bagi agama dan bangsa. Jujur, ketua umum tidak akan berhasil menggerakkan organisasi, tanpa keterlibatan semua pengurus, baik pengurus pusat maupun pengurus cabang, tegas Kiai Mamad, panggilan akrabnya. Untuk diketahui forum ini juga dihadiri oleh Mejelis masyayikh yang lain, yakni K.H.R. Abdul Mughni Mujib dan K.H. Abdul Jalil Mujib.

Forum ditutup dengan do’a tepat pukul 22.30 oleh Kiai Abdul Jalil. Menariknya, perhelatan akbar ini juga ditutup dengan makan nasi ala pesantren dengan menu penyetan terong, Tahu, Ikan Pindang, ikan asin dan Tempe Goreng. Menu ala pesantren ini adalah menu andalan setiap forum-forum seperti ini digelar sebagai pengingat, apapun status sosial kita sebagai alumni; tetaplah kita harus bersikap sederhana dalam hidup sebagaimana diajarkan oleh masyayikh ketika belajar di al-Khoziny. Semoga pertemuan ini tidak yang terakhir dan IS ALUNY terus memberikan kontribusi terbaiknya bagi agama dan bangsa, tegas MC menutup agenda ini.@timMedia   


  

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.