MENJAGA SINYAL, MENUAI BERKAH

 
Wasid Mansyur
Alumni al-Khoziny Angkatan 1988
Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya

Perkumpulan alumni pesantren bukan saja menjadi media silaturrahim antar alumni, tapi sangat tepat sebagai sarana menjaga sinyal kebanggaan kepada almamater agar terus  memiliki ikatan rasa yang terus membaik. Pastinya, ketika sinyal rasa bangga terus terbangun, maka sangat dimungkinkan hubungan santri dan masyayikh pesantren semakin dekat, bahkan memantik keberkahan terus mengalir dalam kehidupan sebagaimana dirasakan oleh para sahabat Nabi yang sangat dekat dengan Nabinya.

IS ALUNY salah satunya --forum alumni pesantren__ menjadi perekat luar biasa dalam menyatukan potensi santri alumni Lembaga Pesantren al-Khoziny Buduran Sidorjo yang bertebaran di mana-mana dengan segala profesinya yang beragam. Dua hari forum ini mengadakan Konferensi Besar Ke IV (Konbes) di Foresta Resort Tretes Prigen Pasuruan. Forum Konbes ini menjadi petanda bahwa kepemimpinan K.H. Zainal Abidin, M.Pd.I akan berakhir.

Ada dua catatan penting dari pelaksanaan Konbes IV IS ALUNY. Pertama, kita aktif di IS ALUNY meyakini bahwa organisasi ini bukan organisasi biasa, tapi menjadi semacam organisasi yang dapat merekatkan kembali sanad keilmuan dengan masyayikh al-Khoziny. Mengingat, sepanjang berada di luar para alumni dihadapkan dengan hal-hal duniawi seringkali mengantarkan mereka lupa dengan sejarahnya sendiri sepanjang berada di pesantren. Di organisasi ini, para alumni diingatkan pada pesan para masyayikh –Khususnya dari al-marhum K.HR. Abdul Mujib Abbas__ yang selalu disampaikan di berbagai forum pengajian agar para santri berkomitmen menjadi orang atau alumni yang terus memberikan manfaat, apapun status sosialnya.

K.H. Muhammad Ubaidillah Mujib sempat memberikan sambutan di depan para peserta Konbes IV IS ALUNY untuk ikut menguatkan, sekaligus mengarahkan agar para alumni terus menjadi humasnya pesantren, baik di dunia nyata maupun melalui media sosial. Hal ini penting agar masyarakat dapat mendapat kemudahan akses informasi kaitan dengan dunia pesantren, khususnya tentang Lembaga Pesantren al-Khoziny.

Pasalnya, tegas Kiai Ubaidillah, nama pesantren se Indonesia ikut tercoreng dengan kasus yang terjadi di Pati kaitan perlakuan kurang elok yang dilakukan orang yang mengaku sebagai Kiai, walau tidak bisa disama ratakan di semua pesantren. Oleh karenanya, jika semua alumni saling berjibaku untuk menjelaskan tentang pesantren yang sesungguhnya kepada khalayak masyarakat, maka dapat dimungkinkan akan memutus mata rantai orang-orang yang "macak" menjadi kiai/ustad dengan berdalih mengambil keuntungan finansial semata, tanpa ada iktikad kuat pengasuhnya untuk menjaga moralitas pesantren.

Kedua, menjadi pengurus ada jalan pengabdian bagi almamater, jadi dibutuhkan sosok yang mampu mengorganisir dengan baik. Hal ini penting agar kiranya IS ALUNY berjalan dengan baik untuk terus memberikan kontribusi di tengah masyarakat, yakni dengan ditandai antar alumni saling berkolaborasi dalam nuansa kemanfaatan dalam dakwah sesuai pesan masyayikh al-Khoziny. Ini bisa terjadi tidak hanya di IS ALUNY, tapi bisa jadi berlaku bagi lembaga atau organisasi lainnya.

Semangat ini disampaikan K.H.R. Abdus Salam Mujib dalam rangka membangun optimisme santri alumni. Mengingat, dalam banyak fakta ditemukan alumni yang bergerak sendiri-sendir, tanpa sering bersinergi dengan sesama alumni, bahkan melupakan masyayikhnya. Akibatnya, sinyal kecintaan dengan perjuangan al-mamaternya mudah menurun yang berakibat alumni tersesat alias tergelincir jauh dari semangat dakwah yang diajarkan di pesantren al-Khoziny, misalnya terjerat radikalisme hingga “kropos” spiritual.

……………

Untuk sekedar diketahui, Konbes IV IS ALUNY telah menghasilkan keputusan strategis, yakni terpilihnya Kiai Moch Ubaidillah Ketum IS ALUNY periode 2026-2031, salah satu dewan pengasuh pesantren al-Khoziny. Semua berharap terpilihnya Kiai Ubaidillah menjadi jalan IS ALUNY semakin mudah bergeliat dalam satu komando menggerakkan semua potensi alumni di Indonesia agar lebih bermanfaat bagi umat dan bangsa. Pastinya, semangat dawuh Sayyidina Ali Karrama Allah Wajhahu layak menjadi pertimbangan.

اَلْحَقُّ بِلاَ نِظَامٍ يَغْلِبُهُ اْلبَاطِلُ بِالنِّظَامِ

"Kebenaran yang tidak diorganisir dapat dikalahkan oleh kebatilan yang diorganisir."

Forum Konbes IV di Prigen ini dihadiri para alumni senior, bahkan keluarga besar Lembaga Pesantren al-Khoziny hadir dengan full power, yaitu K.H.R. Abdus Salam, K.H.R. Abdul Mu’id, K.H.R. Abdul Mughni, K.H.R Moch Ubaidillah, K.H.R. Abdul Jalil, dan K.H.R. Ali Syakari. Kehadiran dewan Masyayikh al-Khoziny menjadi suport yang luar biasa agar kiranya organisasi IS ALUNY semakin menyala dan terus eksis memberikan kemaslahatan kepada umat.

Akhirnya, peserta Konbes IV dari berbagai cabang berharap betul terhadap kepemimpinan IS ALUNY baru berjalan dengan maksimal. Pastinya, diisi dengan kepengurusan yang kuat dan solid dalam semangat pengabdian pada almamater. Semoga senantiasa eksis dalam gerak yang bermanfaat, mengingatkan dawuh yang artinya: “dalam setiap gerakan selalu ada keberkahan.” Amin…

-------------------

"Photo Pagi hari, obrolan santai lintas generasi, walau di antara mereka adalah kiai di rumah-nya masing-masing."

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.